Lingga, News Faktual Net – Pelabuhan Sei Tenam, Kecamatan Lingga, Sabtu pagi itu tampak seperti hari-hari biasa. Kapal kayu dan speedboat hilir mudik membawa penumpang, ada yang kembali dari liburan Natal, ada pula baru pulang merayakan Tahun Baru bersama keluarga.
Namun di balik rutinitas pelabuhan yang tenang, ada pasukan berseragam diam-diam memastikan segala sesuatunya tetap aman.
Mereka adalah personel Polsek Daik Lingga yang tengah melaksanakan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Patroli ini digelar khusus pasca Operasi Lilin Seligi 2025, sebuah operasi pengamanan nasional selalu digelar setiap jelang Natal dan Tahun Baru.
Peningkatan mobilitas masyarakat di musim liburan tentu membawa risiko. Keramaian selalu menyimpan potensi, mulai dari tindak kriminal kecil hingga gangguan keamanan yang lebih besar. Karena itulah, patroli di pelabuhan menjadi perhatian utama.
Petugas terlihat menyusuri dermaga, berbincang dengan awak kapal, hingga menegur ramah para penumpang tengah menunggu keberangkatan. Bukan untuk mengintimidasi, melainkan memastikan semua merasa aman.
Masyarakat juga diingatkan untuk
menjaga barang bawaan
meningkatkan kewaspadaan
melapor jika melihat hal mencurigakan ke nomor darurat 110.Pesan sederhana, namun penting.
Kapolres Lingga, AKBP Dr. P.M. Nababan, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Daik Lingga AKP Maison Safri, menegaskan bahwa KRYD bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman, khususnya di kawasan pelabuhan,”
ujar AKP Maison.
Pelabuhan dengan arus manusia dan barang yang tak pernah berhenti, memang selalu menjadi titik vital. Di sanalah denyut kehidupan masyarakat pesisir berpusat.
Namun menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi. Polres Lingga berharap masyarakat ikut terlibat, melapor jika mencurigakan, saling menjaga, dan saling peduli.
Karena keamanan bukan hanya tentang patroli dan seragam. Ia tentang rasa percaya.
Rasa Aman di Ujung Kepulauan
Di Lingga, wilayah yang dikelilingi laut, pelabuhan bukan sekadar tempat transit. Ia adalah pintu gerbang kehidupan. Dan selama KRYD terus berjalan, masyarakat boleh bernapas lega.
Ada aparat menjaga, diam, tenang, dan selalu sigap. Meski mungkin tanpa sorotan. Di sudut negeri, rasa aman itu tetap dijaga.(Taufik Safira)



